Selasa, 25 Januari 2011

Agus Juniarto: Lulusan SMP dengan Anak Buah

pengusaha suksesAgus Juniarto, 35 tahun, adalah bapak dari dua orang putra. Memulai usahanya dengan jadi loper koran ketika dia baru lulus SMP pada tahun 1992. setiap habis solat subuh dia mengambil koran di salah satu agen di Pasar Lawang dan menjajakannya ke kampung-kampung dengan jalan kaki. Setelah melihat kesungguhannya dalam menjajakan koran, enam bulan berikutnya sang pemilik agen memintanya membantu di toko untuk menangani distribusi koran yang ada. Ketika bekerja membantu sang majikan itulah timbul keinginannya untuk suatu saat dia bisa membuka sendiri usaha sejenis.

Rupanya Allah mengabulkan keinginannya. Pada tahun 2002, karena suatu sebab, majikannya menutup usaha keagenan koran yang sudah dikelolanya selama ini. Dengan berbekal pengalamannya selama sepuluh tahun dan dengan bertawakal kepada Allah, dia memulai merintis usahanya sendiri.

Ternyata tidak memulai usaha tidak mudah, selama enam bulan pertama perkembangan usahanya tidak menunjukkan perkembangan yang memuaskan, yang hampir-hampir membuat sang istri putus asa. Tetapi dia tetap membesarkan hati istrinya untuk tetap bersabar dan menyakini janji Allah pasti akan menolong hambaNya yang berusaha dengan ikhlas. Akhirnya dengan melakukan beberapa inovasi dan menghubungi rekan-rekan loper koran lambat laun usahanya mulai menunjukkan perkembangan yang menggemberikan.

Tahun 2011 ini, Mas Agus, begitu dia biasa disapa, sudah memiliki “30 anak buah” yang menjajakan korannya dari Singosari hingga Nongkojajar Pasuruan. Oplah koran yang dijajakan perharinya rata-rata sekitar 2000 eksemplar, jumlah eksemplar itu akan naik di akhir pekan.

Tentu banyak suka dukanya mengelola usaha yang melibatkan banyak orang sebagai ujung tombak dalam penjualannya. Untuk itu redaksi Insaf menyempatkan diri berbincang dengan Mas Agus yang insyaAllah segera menunaikan ibadah haji ini.



Bagaimana agar dalam menjalani sebuah usaha itu kita bisa tetap semangat Mas?


Yang paling utama adalah senantiasa menyadari bahwa bekerja itu adalah bagian dari ibadah kepada Allah. Dengan cara seperti itu insyaAllah setiap ada permasalahan saya yakin pasti Allah akan memberikan jalan keluarnya.

Bisa memberikan contoh permasalahan yang Mas Agus hadapi?

Saya bekerja dengan 30 orang loper koran dari yang usianya masih muda dan masih sekolah hingga mereka yang umurnya jauh lebih tua dengan saya. Nah saya harus bisa “ngemong” pada mereka. Salah satu permasalahan loper koran adalah ada diantara mereka yang menunggak uang setoran sampai jutaan. Maka saya mencoba mendekati mereka secara kekeluargaan. Saya kunjungi mereka kerumahnya, saya tanyakan permasalahannya dan saya berusaha mencoba membantu memecahkannya. Untuk yang muda saya senantiasa memberikan motivasi agar mereka tidak mudah menyerah untuk berusaha. Sedangkan untuk yang tua, saya senantiasa menghormatinya.

Bagaimana hasilnya?


Alhamdulillah hasilnya cukup baik, ada yang punya tunggakan hingga 5 juta, kemudian saya memberikan saran dengan menambah oplahnya di sore hari, dia menuruti saran saya, tidak terasa selama setahun dia sudah bisa mengangsur separuh dari hutangnya tanpa terasa. Dengan cara itu dia semakin bersemangat lagu untuk menjual korannya.

Untuk bisa seperti besar sekarang tentu tidak mudah khan Mas, apa kiatnya?

Saya senantiasa belajar untuk mengatahui bagaimana menjalankan usaha ini dengan lebih baik. Ketika saya masih ikut orang dulu saya mempelajari, bagaimana mendapatkan kiriman dari penerbit dan mengelola keuangnya. Saya juga mempelajari bagaimana cara menjualnya yang baik. Nah ketika saya membuka usaha sendiri ilmu yang saya pelajari itu sangat bermanfaat. Sampai saat inipun saya tetap belajar, misalnya bagaimana agar anak-anak yang baru itu tidak menunggak, bagaimana mereka dalam waktu tiga bulan sudah bisa menghasilkan penjualan yang baik, dan masih banyak lagi.


Apa pesan Mas Agus pada anak-anak muda yang mau merintis usaha?

Merintis usaha itu selalu ada masa-masa tidak enaknya, untuk itu kuncinya ya Sabar dan telaten dalam menghadapi segala permasalahan, dan jangan lupa melakukan semua itu sebagai ibadah dan lupa senantiasa menyerahkan hasilnya pada Allah agar kita tidak mudah terpuruk ketika ada masalah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih atas komentar Anda, silahkan berkunjung lagi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Informasi

Buletin Insaf Lawang adalah buletin mingguan yang diterbitkan oleh Yayasan Bina Insan

Pengikut

Buletin Insaf Lawang Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template