Sabtu, 07 Agustus 2010

Belajar Dari Burung

Budi Setiadarma



Salsa, anak saya yang masih duduk di kelas IV SD, sempat berteriak saat saya antar ke sekolah pakai sepeda motor.
“Lihat, Bi…!” sambil menunjuk ke atas pada sekumpulan burung yang sedang terbang.
“Formasi V !” katanya kemudian bersemangat.
“Subhanallah…, benar Nak” ujung mata saya sempat menangkap burung-burung yang terbang melintas di atas kami.
Walau saya tidak sempat melihat wajah Salsa, tapi dari suaranya jelas tergambar suatu kegembiraan.

Ya, pagi itu, Salsa sangat gembira karena sempat menyaksikan sekumpulan burung yang terbang dengan formasi “V”. Bahkan kegembiraannya semakin lengkap, karena dengan matanya langsung, dia menyaksikan bagaimana burung-burung itu berganti posisi.

Salsa mungkin teringat, ketika saya pernah cerita, bagaimana kita bisa belajar dari burung-burung itu dalam membangun sebuah “team work” (baca: berjamah). Dengan terbang dalam formasi “V“, efisiensi seluruh team work akan naik sebesar 71 %,      dibandingkan dengan terbang sendiri sendiri. Bekerja secara berjamaah, bergerak ke arah tujuan yang sama, membuat kita mencapai tujuan lebih cepat dan lebih ringan.

Ketika salah satu burung meninggalkan jamaahnya. Apa yang terjadi ? Dia mengalami daya tahan udara yang besar, dan kesulitan terbang sendiri.  Akhirnya dia dengan cepat kembali ke”jamaah“ untuk berbagi  efek terbang dalam formasi. Dari sini, kita bisa ambil ibrah (pelajaran), bahwa jika kita selalu kompak di dalam jamaah (yang bergerak ke satu tujuan), maka energi yang kita butuhkan menjadi lebih sedikit, dan tentunya akan lebih mudah dan lebih menyenangkan untuk mencapai tujuan. Maka sudah selayaknya setiap anggota akan merasa berkewajiban untuk menolong sesama anggota lainnya.

Masih belajar dari burung, lalu bagaimana jika ketua kelompok kelelahan ? Apa  yang terjadi ?
Ya, dia akan berpindah ke ujung formasi  “V”, sementara itu burung lain akan mengambil tempatnya.

Berbagi kepemimpinan, harus  didasari saling hormat dan percaya diantara anggota di setiap saat. Saling bebagi tugas atau masalah, menjadi semua terasa “enteng”.  Pusatkan kemampuan, dan kebersamaan untuk memecahkan masalah.

Nah, Saudaraku …
Jika kita kompak dan saling mendukung…...
Jika kita menjiwai kerja sama yang baik….., dan melupakan perbedaan masing masing, maka kita akan selalu dapat mengatasi berbagai tantangan.
Jika kita selami makin dalam arti dari berjamaah, maka kita akan selalu bersedia untuk berbagi………......

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS As Shaff : 4 )

***
Gambar di ambil dari sini


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih atas komentar Anda, silahkan berkunjung lagi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Informasi

Buletin Insaf Lawang adalah buletin mingguan yang diterbitkan oleh Yayasan Bina Insan

Pengikut

Buletin Insaf Lawang Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template